Pages

Sunday, December 4, 2011

Peyakit Pre-Malignan Pada Kulit

Berikut ini adalah beberapa penyakit pre-malignan pada kulit:

1. Eritroplasia Queyrat

Eritroplasia Queyrat merupakan penyakit Bowen pada glans penis. Pada tahun 1993 penyakit ini diakui sebagai salah satu penyakit yang dapat berubah bentuk menjadi karsinoma sel skuamosa (KSS) in situ. Lesi EQ lambat meluas dan biasanya akan bertahan selama beberapa tahun. Perkembangan penyakit ini menjadi karsinoma invasive terjadi pada sekitar 10-33% kasus. Perkembangan menjadi karsinoma sel skuamosa (KSS) lebih sering terjadi pada eritroplasia Queyrat daripada bentuk lain dari penyakit Bowen kulit. Penyakit ini terutama terjadi pada glans penis, preputium, atau meatus uretra pada pria tua. Eritroplasia Queyrat paling sering terjadi pada laki-laki yang tidak disunat dengan onset usianya sekitar 20-80 tahun. Penyakit ini timbul dari epitel mukosa penis. Faktor risiko terjadinya penyakit ini adalah rendahnya tingkat kebersihan seseorang, skumulasi smegma, friksi, trauma, dan infeksi HSV.1,2

Penyebab penyakit eritroplasia Queyrat sampai saat ini masih belum diketahui. Penyakit ini diperkirakan dapat diakibatkan oleh co-infection dari HPV tipe 8 dan 16. Transformasi malignan mungkin terjadi pada lesi eritroplasia Queyrat, sehingga dapat mempengaruhi prognosisnya. Pada suatu studi menunjukkan bahwa 10% dari kasus eritroplasia Queyrat akan berkembang menjadi penyakit ganas. Selain itu, telah dilaporkan pula bahwa penyakit ini dapat bermetastasis ke kelenjar getah bening lokal.1

Gambaran klinis yang terjadi pada eritroplasia Queyrat adalah plak tunggal atau multiple dengan batas tegas, eritematosa, basah/lembap, dan seperti beludru. Biasanya pasien akan mengalami nyeri, gatal, terjadi perdarahan dan adanya krusta. Secara gambaran histopatogi, EQ mirip dengan Bowen disease. Gambarannya berupa parakeratosis, hyperkeratosis, dan akantosis. Pada epidermis, sel keratinosit terlihat pleomorfik dan hiperkromatik. Namun, pada EQ dapat dilihat hypoplasia epidermal dan banyaknya infiltrate dari sel plasma di dermis.1,2

Diagnosis banding EQ meliputi psoriasis, dermatitis seboroik, liken planus, liken sklerosus, Zoon balanitis, candidiasis, penile psoriasis, irritant balanitis, dan Paget’s disease. Untuk penegakkan diagnosis, biasanya dilakukan biopsy. Karena lesi eritema pada laki-laki (yang sudah tua) umumnya berbatas tidak tegas, maka ada beberapa faktor yang menyarankan agar dilakukannya biopsy, yakni: 1) jika lesinya tidak berpindah, 2) pasien tidak memiliki kelainan kulit pada glans penis, 3) partner sexual mengalami cervical dysplasia, dan 4) lesi tidak dapat membaik dengan terapi topical untuk balanitis, candidiasis, dan psoriasis. Selain itu, diagnosis penyakit ini dapat ditegakkan jika partner sexual pasien mengalami pre-invasif dan invasive kanker serviks.1

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah melakukan sirkumsisi. Pengobatan penyakit ini adalah dengan memberikan sediaan krim 5-fluorouracil 5% yang digunakan satu kali sehari. Pengobatan tersebut dilakukan selama 3-12 minggu. Selain itu, dapat digunakan pula krim imiquimod 5% yang digunakan satu kali sehari. Obat tersebut tidak memberikan respon antiinflamasi. Selain itu, terdapat pula obat oral yang diberikan, seperti obat kemoterapi. Jika bentuk lesinya sudah lebih agresif, maka diperlukan pembedahan, laser treatment, photodynamic therapy, dan radiation therapy.1,2

2. Leukoplakia

WHO mendefinisikan leukoplakia sebagai suatu bercak atau plak putih pada mukosa yang tidak dapat dihilangkan. Leukoplakia merupaka pre-kanker pada mukosa oral, yang berpotensi menjadi oral karsinoma sel skuamosa (OKSS). Secara klinis, oral leukoplakia (OL) mirip dengan oral eritroplakia (OE). Namun, OL lebih jarang bertransformasi menjadi ganas, dengan kemungkinan hanya 5%. Faktor yang berhubungan dengan penyakit ini adalah kebiasaan merokok dan hygiene gigi yang buruk. Hal ini dapat disebabkan karena adanya glositis atrofi sifilis, tapi bercak kecil putih berlendir dapat ditemukan dimanapun di dalam rongga mulut selama penderita berada di periode sifilis sekunder. Leukoplakia biasanya diderita orang dewasa dan kebanyakan lebih besar pada laki-laki daripada perempuan.3

Penyebab penyakit ini masih belum diketahui. Faktor yang memungkinkan terjadinya leukoplakia adalah penggunaan tembakau, konsumsi alcohol, dan candidiasis. Penggunaan tembakau dipercaya menjadi faktor risiko terbesar terhadap perkembangan OL karena dapat menyebabkan lesi putih pada mukosa oral. Sebagian kecil juga dapat disebabkan akibat suatu infeksi, seperti sifilis, dan HPV. Untuk mencegah penyakit ini adalah dengan mengkonsumsi makanan banyak serat, buah-buahan, dan sayuran.3

Gambaran klinis dari OL dibagi menjadi 2 tipe: OL homogen dan nonhomogen. OL homogen didefinisikan sebagai lesi datar berwarna putih. Lesinya seragam dengan adanya kerutan atau lipatan serta permukaan yang bergelombang. Sedangkan OL nonhomogen didefinisikan sebagai lesi datar putih atau putih kemerahan (eritroleukoplakia) yang irregular, disertai nodul, ulkus, dan verukosa. OL nonhomogen memiliki risiko transformasi malignan sekitar 4-5 kali lebih tinggi daripada OL homogen. Gambaran histopatologi dari OL adalah berupa dysplasia epitel, yakni lesi pre-kanker dari epitel berlapis gepeng dengan ciri adanya sel yang tidak normal dan hilangnya kemampuan maturasi. Selain itu, karsinoma in situ pada oral dideskripsikan dengan penebalan epitel skuamosa tanpa adanya invasi stroma. Diagnosis banding untk leukoplakia adalah karsinoma sel skuamosa, oral hairy leukoplakia, liken planus, keratosis, stromatitis nicotina, leukoedema, dan white sponge nevus.3

Pengobatan atau terapi yang diberikan dilihat dari adanya dan tingkatan dysplasia epitel. Jika tidak ada atau ditemukan dysplasia epitel yang ringan pada gambaran histopatologi, akan diberikan treatment jika lesinya luas. Namun, jika dysplasia epitel sedang atau berat, maka dianjurkan untuk mengilangkan semua lesi yang ada.3

3. Giant Congenital Nevus Pigmentosus

Giant congenital nevus pigmentosus dikenal juga sebagai congenital nevomelanocytic nevus (CNN). CNN merupakan lesi berpigmentasi pada kulit yang biasanya ada sejak lahir, dengan ukuran yang kecil hingga besar. CNN merupakan tumor jinak yang terdiri atas sel yang disebut dengan nevomelanocytes, yang merupakan derivate dari melanoblas. Semua CNN, tanpa melihat ukuran, memiliki kemungkinan bertransformasi menjadi melanoma malignan. Prevalensi dari CNN adalah 2,5% dari bayi yang baru lahir mengalami CNN berukuran kecil (< 1,5 -2 cm), 1/2000 kelahiran bayi mengalami CNN medium (1,5-20 cm), dan 1/20.000 kelahiran bayi mengalami giant CNN (>20 cm).4

Penyebab penyakit ini adalah multifaktorial. CNN dapat terjadi akibat kegagalan perkembangan dari derivate neural crest, yakni melanoblast. Defek ini mungkin terjadi pada usia janin 10 minggu. CNN pada bayi baru lahir terlihat seperti macula kecokelatan, yang semakin lama semakin menjadi gelap dan meninggi. Penyakit ini mengenai baik laki-laki maupun perempuan.4

Gambaran klinis dari CNN adalah adanya macula kecokelatan berbatas tegas disertai papul, plak, dan rambut terminal yang kasar. Bentuknya oval atau bulat dengan penyebaran diskret. Gambaran histopatologi dari CNN adalah adanya nevomelanosit di epidermis dan di dermis seperti lembaran atau sarang. Pada giant CNN mungkin akan ditemukan penyebaran nevus hingga otot atau tulang.4

CNN memang ada sejak lahir, tetapi variasinya berkembang pada saat bayi. Risiko terjadinya perkembangan menjadi melanoma pada CNN berukuran kecil adalah 5% dan pada giant CNN adalah 6,3%. Giant CNN pada kepala dan leher mungkin, akan berhubungan dengan adanya leptomeninges, yang menimbulkan kejang, focal neurologic defects, dan hidrosefalus. Selain itu, giant CNN yang berada diatas kolumna vertebral dapat berhubungan dengan adanya spina bifida atau meningomyelocele.4

Pengobatan pada CNN ditentukan dari prognosisnya. Pada CNN kecil dan jinak (<1,5 cm), maka dapat dimonitoring hingga dewasa dan kemudian dapat dilakukan eksisi dengan anestesi local. Selain itu, perlu diperhatikan tanda-tanda dari transformasi malignan, yakni perubahan bentuk, irregular border, perubahan warna, dan symptom (seperti gatal, nyeri, atau mudah perdarahan). Giant CNN dapat menjadi ganas sebelum pubertas. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengukuran lesi secara klinis. Pada giant CNN di kepala atau leher, maka diperlukan evaluasi neurologic. Dengan MRI dengan kontras, dapat ditunjukkan jika adanya peningkatan tekanan intracranial.4

4. Liken Sklerosus et Atrofikus

Liken Sklerosus (LS) adalah dermatosis inflamasi yang kronis dan idiopatik dengan adanya atrofi, yang menimbulkan rasa gatal yang hebat. LS dapat bermanifestasi sebagai kelainan ekstragenital yang secara umum tidak pruritik. Beberapa faktor yang berhubungan dengan penyakit ini adalah trauma dan abnormalitas anatomi. Tempat-tempat predileksinya adalah di sekitar daerah genitalia. LS lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki, yakni dengan rasio prevalensi 5:1.1,3

Etiologi dan Patogenesis

Liken sklerosus et atrofikus (LS) merupakan suatu kelainan yang masih belum diketahui penyebabnya. Selain itu, tidak ditemukan pula predisposisi genetik pada penyakit ini. Ada pendapat yang menyatakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh suatu infeksi, seperti spirochetes atau Borrelia, tetapi hal ini masih belum dapat dibuktikan. Pada bukti pemeriksaan serologi dan klinis, didapatkan bahwa penyakit tiroid, alopecia areata, pernicious anemia, dan vitiligo memiliki hubungan dengan LS. LS ektagenital umumnya berhubungan dengan plak bertipe mophea.3

Gambaran Klinis

Umumnya pada penderita penyakit ini akan ditemui papul polygonal, plak putih yang disertai dengan atrofi kulit, fisura, telangektasia, purpura, eritema, dan erosi di area anogenital. Pada pria, biasanya yang menderita penyakit ini akan mengeluhkan rasa gatal, terasa panas, perdarahan, adanya blister, dan ketidaknyamanan saat membuang air kecil. Ukuran dari lesi LS pun bervariasi. Anogenital LS dapat menyebabkan dyspareunia, dysuria, dan ketidaknyamanan saat defekasi.3

Gambaran Histopatologi

Pada LS dapat kita temukan atrofi epidermis dan adanya infiltrate lichenoid pada dermal-epidermal junction. Selain itu, pada awal terjadinya LS maka dapat ditemukan edema pada papilla dermis yang kemudian digantikan dengan fibrosis. Selain itu, terdapat pula infiltrate limfosit, seperti sel limfosit T dan sel B. Adanya hyperplasia atau dysplasia epidermal akan menunjukkan peningkatan risiko terhadap transformasi malignan.3

Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi adalah terjadinya stenosis vulvo-vaginal. Selain itu, dapat pula berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa. Faktor risiko yang dapat menyebabkanhal tersebut adalah usia, lamanya menderita LS, adanya infeksi HPV, dan terjadinya hiperplasia. Anak perempuan prapubertas jika mengalami liken sklerosus biasanya akan disertai dengan disuria dan nyeri pada saat defekasi. Prognosis penyakit pada anak-anak adalah baik, dan sebagian besar dapat sembuh saat memasuki masa pubertas. Liken sklerosus juga dapat diderita laki-laki. Jika liken sklerosus terjadi di glans penis dan prepusium (disebut sebagai balanitis serotika obliterans), maka dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya fimosis dan stenosis meatus. Oleh karena itu, untuk menghilangkan fimosis yang mungkin terjadi, maka dilakukanlah sirkumsisi pada anak laki-laki.3

Diagnosis Banding dan Pengobatan

Untuk menegakkan diagnosis LS, biasanya dapat digunakan punch biopsy atau uji ELISA. Diagnosis bandingnya adalah dengan balanitis plasmacelularis, child abuse, dermatitis kontak, genital hygiene, liken planus, liken simpleks kronik, dan vitiligo.1,3

Penyakit ini jika menyerang orang dewasa biasanya bersifat kronis dan dapat terjadi kekambuhan. Pada daerah vulva, biasanya dapat diberikan kortikosteroid topical, seperti clobetasol, yang sangat poten sehingga dapat mengurangi keluhan pada pasien. Para pasien pun harus selalu di bawah pengawasan karena untuk menghindari risiko terjadinya perubahan menjadi neoplastik. Selain itu, jika sistemik maka dapat diberikan retinoid, seperti isotretionin, etretinate, serta acitretin dan tacrolimus oral.3

Rujukan:

1. James WD, Berger TG, Elston DM. Andrews’ Disease of The Skin: Clinical Dermatology. Ed. 10th. Canada: Saunders Elsevier. 2006.

2. Egan KM. Erythroplasia of Queyrat (Bowen Disease of Glans Penis). Medscape Reference. October 2011. Available on:

http://emedicine.medscape.com/article/1100317-overview#showall (23 Nov. 2011)

3. Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. Ed. 7th. USA: The McGraw-Hill Companies Inc. 2008.

4. Kane KSM, Ryder JB, Baden HP, Stratigos A. Color Atlas & Synopsis of Pediatric Dermatology. USA: McGraw-Hill Companies. 2002. Pg: 151-153.

Aisyah

Sunday, October 30, 2011

Fungsi Kulit

Kulit merupakan organ tubuh terbesar yang berfungsi tidak hanya sebagai barrier mekanis antara tubuh dengan lingkungan eksternal, tetepi juga berfungsi dalam mekanisme pertahanan, absorpsi, ekskresi, dll. Disini, saya akan menjelaskan mengenai fungsi-fungsi kulit yang menunjang kehidupan manusia. Berikut ini adalah berbagai fungsi kulit, yaitu:

Proteksi

Kulit berfungsi untuk menjaga bagian dalam tubuh dari gangguan fisik, kimiawi, infeksi luar dari bakteri atau jamur, serta gangguan yang bersifat panas. Hal tersebut dikarenakan pada kulit terdapatnya lapisan lemak subkutan, dermis, dan epidermis. Selain itu, tebalnya lapisan kulit dan jaringan penunjangnya juga berperan sebagai pelindung dari gangguan fisik. Faktor yang berperan penting dalam fungsi proteksi ini adalah keratin, lipid, sebum, pH asam, pigmen melanin, dan sel Langerhans serta makrofag yang berada di dermis. Berikut adalah beberapa mekanisme proteksi pada kulit:1,2

Keratin

Lapisan keratin bersifat kedap udara, cukup kedap air, dan tidak dapat ditembus oleh sebagian besar bahan. Oleh karena itu, lapisan ini dapat menahan segala sesuatu yang melewatinya dalam dua arah antara tubuh dan lingkungan eksternal. Sebagai contoh, lapisan ini dapat memperkecil hilangnya air tubuh dan protein plasma pada penderita luka bakar, serta mencegah benda asing masuk ke dalam tubuh. Selain itu, proses keratinisasi juga berperan sebagi barrier mekanis karena sel-sel mati akan melepaskan dirinya secara teratur.3

Lipid

Lipid yang dihasilkan oleh granula lamellar berfungsi untuk mengurangi evaporasi air dari permukaan kulit. Oleh karena itu, kulit akan terhindar dari dehidrasi. Selain itu, lipid juga akan mencegah masuknya air ke dalam kulit.2

Sebum

Sebum yang dihasilkan kelenjar sebasea berperan untuk menjaga kulit dan rambut agar tidak menjadi kering. Selain itu, sebum mengandung bahan kimia anti bacteria yang dapat membunuh bakteri. Peran lain dari sebum adalah pada masa fetus, yakni kelenjar lemak fetus yang dipengaruhi oleh hormone androgen ibunya akan memproduksi sebum yang berfungsi untuk melindungi kulit fetus dari cairan amnion, disebut sebagai vernix caseosa.1,2

pH asam

Keasaman kulit terbentuk dari hasil ekskresi keringat dan sebum, sehingga menyebabkan pH kulit berkisar 5-6,5. Hal tersebutlah yang menjadi perlindungan kimiawi kulit terhadap infeksi bakteri maupun jamur.1

Pigmen melanin

Melanosit yang menghasilkan melanin berfungsi untuk proteksi terhadap pajanan sinar UV dari matahari. Hal tersebut dilakukan dengan cara menyerap radiasi UV agar mencegah kerusakan DNA di epidermis dan menetralisir radikal bebas yang terbentuk akibat UV.2

Sel Langerhans

Sel Langerhans berfungsi sebagai sel penyaji antigen ke sel T. Hilangnya sel Langerhans akibat paparan UV dapat menyebabkan kulit lebih rentan terhadap invasi mikroba dan kanker.3

Absorpsi

Kulit yang sehat tidak akan mudah meyerap air, larutan, dan benda padat. Namun, ada beberapa zat yang dapat diabsorpsi kulit, antara lain zat yang larut lemak (seperti: kortison, vitamin A, D, E, dan K), obat, O2 dan CO2. Ada pula beberapa material toksik yang dapat diabsorpsi melalui kulit, yaitu organic solvent (seperti: aseton (pada kuku) dan karbon tetraklorida), logam-logam berat (seperti: merkuri dan arsen), dan beberapa racun. Permeabilitas kulit terhadap O2, CO2, dan uap air memungkinkan kulit memiliki peranan dalam fungsi respirasi. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembapan, dan metabolisme. Penyerapan yang terjadi pada kulit dapat belangsung melalui celah antar sel, menembus epidermis, atau melalui muara saluran kelenjar.1,2

Ekskresi

Kulit yang normal memiliki peran dalam ekskresi. Zat-zat, seperti CO2, garam, amonia, dan urea akan diekskresikan melalui keringat. Selain itu, tiap harinya sekitar 400 mL air akan terevaporasi.2

Persepsi

Fungsi persepsi pada kulit diperankan oleh ujung-ujung saraf sensorik yang berada di dermis dan subkutis. Pada rangsangan panas, ujung saraf yang berperan adalah badan Ruffini yang terletak di dermis dan subkutis. Pada rangsangan dingin, ujung saraf yang berperan adalah badan Krause di dermis. Pada rangsangan rabaan, ujung saraf yang berperan adalah badan Meissner yang terletak di papilla dermis. Sedangkan pada rangsangan tekanan, ujung saraf yang berperan adalah badan Paccini. Selain itu, terdapat pula reseptor nyeri yang diperankan oleh ujung saraf bebas. Ada pula 1,2

Termoregulasi

Kulit berperan dalam termoregulasi dengan 2 cara, yakni dengan pengeluaran keringat dan pengaturan aliran darah di dermis. Jika temperature lingkungan tinggi atau mendapatkan panas dari hasil olahraga, maka produksi keringat akan meningkat dan evaporasi keringat dari permukaan kulit akan membantu mengurangi temperature tubuh. Pada keadaan tersebut, pembuluh darah di dermis akan mengalami dilatasi, sehingga akan banyak darah yang melewati dermis dan meningkatkan hilangnya panas dari tubuh. Sebaliknya, jika temperature lingkungan rendah, maka produksi keringat akan sedikit dan pembuluh darah di dermis akan menjadi konstriksi. Dengan hal tersebutlah, tubuh akan menjaga panas dalam tubuhnya.2

Pembentukan pigmen

Sel melanosit yang berada di statum basal berperan dalam pembentukan pigmen melanin. Jumlah dan jenis melanin dapat bervariasi sehingga hal tersebutlah yang menentukan warna kulit ras manusia. Orang yang berkulit terang pada dasarnya memiliki jumlah melanosit yang sama dengan orang yang berkulit gelap. Perbedaan warna kulit tersebut bergantung pada jumlah melanin yang diproduksi dari sel melanosit dan ditransfer ke sel keratinosit. Disini, enzim tirosinase memiliki peran penting dalam jalur biokimia untuk menghasilkan melanin. Paparan sinar UV akan meningkatkan aktivitas enzimatik di dalam melanosom sehingga produksi melanin akan meningkat. Pada orang yang berkulit terang, terdapat 2 faktor genetik yang mencegah enzim tersebut dapat berfungsi dengan penuh, yakni:3

  • Banyak enzim tirosinase yang dihasilkan dalam bentuk inaktif.
  • Adanya beberapa inhibitor yang menghambat kerja enzim tirosinase.

Pajanan sinar matahari mempengaruhi produksi dari melanosom. Pigmen akan disebarkan ke lapisan kulit bagian atas (epidermis) melalui julurannya yang menyerupai dendrit, sedangkan ke lapisan bawah kulit melalui sel melanofag (melanofor). Warna kulit sebenarnya tidak hanya dipengaruhi oleh pigmen kulit, akan tetapi dipengaruhi pula oleh tebal tipisnya kulit, hemoglobin, dan karoten.1

Pembentukan Vitamin D

Sintesis vitamin D memerlukan aktivasi dari precursor di kulit melalui sinar UV dari matahari. Enzim yang berada di ginjal dan hati selanjutnya akan memproduksi calcitriol yang merupakan bentuk aktif dari vitamin D. Calcitriol merupakan hormone yang berperan dalam absorpsi kalsium dari saluran pencernaan.2

Rujukan

  1. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed 5. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2010. Pg. 7-8.
  2. Tortora GJ, Derrickson B. Principles of Anatomy and Physiology. 11th Ed. USA: John Wiley & Sons. 2006. Pg. 157-158.
  3. Sherwood L. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. Ed 6. Jakarta: EGC. 2011. Pg. 485-487.

Gangguan Perkembangan Psikososial Anak

Perkembangan psikososial pada anak sangat berperan penting untuk kehidupan sang anak kedepannya. Perkembangan psikososial anak berhubungan dengan kemampuan mandiri anak, seperti makan sendiri, berpisah dengan ibu/pengasuh, kemampuan bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungannya. Perkembangan psikososial anak dipengaruhi oleh stimulasi dari orang tua, stess yang dialami anak, kelompok sebaya, motivasi belajar, dll. Stimulasi harus diberikan orang tua kepada anaknya secara teratur sehingga dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bersosialisasi dan kemandirian. Stimulasi pun harus disertai rasa kasih sayang sehingga perkembangan anak pun akan menjadi baik.

Gangguan psikososial pada anak dapat menyebabkan gangguan perasaan (seperti depresi, cemas), ganguan fungsi tubuh (seperti gangguan psikosomatik), gangguan perilaku (seperti pasif, agresif), atau gangguan penampilan. Problem psikososial tersebut dapat ditimbulkan oleh stress fisik atau emosi cacat bawaan, luka fisik, pengasuhan yang tidak sesuai, konflik pernikahan, penyiksaan anak, dan kesibukan orang tua yang berlebihan. Gangguan ini pun bersumber pada multifactor, seperti:

  • Ekspresi anak bergantung pada temperamen, tingkat perkembangan, sifat dan lamanya stress, pengalaman masa lalu, dan kemampuan keluarga dalam menyelesaikan suatu masalah.

Orang tua harus diberi semangat untuk mempersiapkan anak-anaknya agar dapat mengantisipasi kejadian-kejadian yang dapat menimbulkan traumatis. Anak pun harus dibiasakan untuk dapat mengungkapkan perasaannya secara langsung, seperti cemas, takut, atau marah. Oleh karena itu, perasaan yang ada di anak dapat mulai dikontrol.

Hal yang Berkaitan dengan Gangguan Perkembangan Psikososial Anak

Cedera Sistem Saraf Pusat

Cedera otak pada anak dapat meningkatkan risiko kemunduran intelektual dan gangguan psikiatrik. Hambatan sosial pun akan mulai bermunculan. Faktor prenatal telah lama dianggap sebagai salah satu dari penyebab kerusakan otak dan gangguan perilaku anak. Kelahiran premature yang melibatkan hipoksia merupakan penyebab kondisi anak, seperti hiperaktif, kesulitan dalam sosialisasi, dan kurangnya kontrol emosi. Selain itu, penyalahgunaan zat selama hamil juga dapat mempengaruhi perkembangan prenatal dan masa awal anak. Sebagai contoh, penggunaan kokain pada ibu hamil dapat menyebabkan problem pada plasenta, kelahiran premature, retradasi pertumbuhan intrauterine, dan berat badan lahir rendah pada bayi.

Penyakit Psikosomatik

Ada tiga kategori gangguan psikosomatik, yakni:

  1. Faktor psikologi yang mempengaruhi kondisi fisik (gangguan psikofisiologis). Sebagai contoh adalah kecemasasan pada anak menderita kolik yang berujung pada ketakutan.
  2. Gangguan somatoformis, yakni gangguan dengan keluhan atau disfungsi yang tidak berada di bawah kendali kesadaran, contoh gangguan nyeri somatoformis.
  3. Gangguan palsu, yakni gangguan somatic dan psikologis yang dikendalikan secara sadar dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, contoh gangguan palsu kronis.

Gangguan Vegetatif

Gangguan vegetative yang diderita anak antara lain adalah gangguan pengunyahan. Tanda dari gangguan ini adalah kehilangan berat badan atau gagal dalam menambah berat badan. Gangguan ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan dan biasanya muncul pada usia 3-14 bulan. Ada gangguan pengunyah yang psikogenik dan terjadi dengan sendirinya. Penanganan yang dapat diberikan adalah perbaikan perilaku makan dan penyuluhan terhadap orang tua.

Gangguan Kebiasaan

Gangguan kebiasaan yang ada pada anak adalah pelepasan dari ketegangan, seperti menghisap ibu jari, menggoyangkan badan, menggigit kuku, menarik rambut, dll. Gangguan ini terlihat dari pola gerakan berulang-ulang dari anak. Hal ini dapat dianggap sebagai gangguan tergantung pada apakah hal ini mengganggu fungsi fisik, emosi, atau sosial anak.

Gangguan Kecemasan

Kecemasan, ketakutan, dan kekhawatiran merupakan perkembangan normal. Jika keadaan tersebut justru member efek negative terhadap interaksi sosial, maka hal tersebut merupakan patologis dan membutuhkan intervensi.

Tatalaksana Pada Anak Gangguan Perkembangan Psikososial

Psikofarmakologi

Penggunaan obat untuk mengubah perilaku anak adalah kontroversial. Pengaruhnya pada perilaku dipengaruhi oleh kematangan sistem saraf pusat dan lingkungan (penderita dan orang tua).

Psikoterapi

Apabila telah ditentukan bahwa psikopatologi ada pada anak maka rencana untuk terapi dapat dipilih. Terapi yang dapat diberikan kepada anak adalah terapi dinamik, yaitu dirancang untuk memahami motivasi psikologis anak, dan terapi perilaku, yakni terapi yang digunakan untuk mengubah perilaku-perilaku spesifik melalui pemberian penguatan positif secara konsisten. Selain itu, terdapat pula terapi yang diberikan untuk keluarga. Hal ini guna untuk menanamkan pengertian keluarga terhadap anak.

Rujukan

1. Behrman RE, Kliegman RM, Arvin AM. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Vol 1. Ed 15. Jakarta: EGC. 2000. Hal. 95-103.

Dasar Perawatan Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir dibedakan menjadi 2, yakni bayi normal dan bayi gawat (high risk baby) yang membutuhkan perawatan khusus. Dalam melakukan pemeriksaan yang baik untuk mengetahui apakah bayi termasuk sehat atau tidak sehat, maka diperlukan kriteria bayi dalam batas normal, diantaranya adalah sebagai berikut :1,2

  • Masa hamil : 37 – 41 minggu
  • Berat badan : 2500 – 4000 g
  • Panjang badan : 44 – 53 cm
  • Lingkar kepala : 31 -36 cm
  • Skor Apgar : 7 – 10
  • Tidak mempunyai kelainan kongenital yang berat (seperti spina bifida)

Ada beberapa pertolongan yang dapat diberikan kepada bayi baru lahir, yakni:1,2

  1. Pembersihan lendir pada bagian mulut, hidung, dan mata bayi dengan menggunakan kasa steril.
  2. Tali pusat diikat dengan baik kemudian dijepit dengan klem jepit plastik dan dipotong. Lalu, bekas luka diberikan antiseptic.
  3. Perawatan mata bayi: mata bayi dibersihkan dan diberi obat untuk mencegah infeksi pada mata. Obat yang digunakan adalah salep penisilin atau dengan tetesan nitras argenti 1-2% sebanyak 2 tetes pada masing-masing mata.
  4. Memberi injeksi vitamin K.
  5. Penimbangan berat badan bayi dan pengukuran panjang badan.
  6. Pengukuran lingkar lengan atas dan lingkar kepala.
  7. Pengukuran suhu tubuh, denyut jantung, dan kecepatan pernapasan.
  8. Pemeriksaan fisik seluruh tubuh bayi, seperti pemeriksaan kepala, wajah, mata, telinga, leher, mulut, dada, abdomen, genitalia, anus, kulit, tulang belakang, dll.
  9. Pemeriksaan neurologi.

Refleks kedip

Ketukan lembut diatas hidung biasanya memberikan rangsangan refleks kedip. Uji ini hampir selalu memberikan hasil normal.

Refleks rooting dan sucking

Hal ini merujuk pada perangsangan sensorik pipi dan kulit sekitar mulut dan bibir. Tekanlah 1 jari pada pipi di dekat mulut dan gerakkan pelan-pelan. Hal ini akan menyebabkan bayi membuka mulutnya dan menengok mencari puting ( ujung yang bisa disusunya ). Bilamana jari, sesuatu yang lembut diletakkan dalam mulutnya, bayi yang normal akan segera menghisapnya dengan kuat dan menelannya secara serempak.

Refleks Moro

Refleks Moro merupakan suatu kejutan yang menimbulkan perasaan jatuh pada bayi. Bila bayi baru lahir dikejutkan, tangan dan kakinya akan terentang ke depan tubuhnya, seperti mencari pegangan, dengan jari-jari terbuka. Kalau tidak ada reaksi merentangkan lengan sama sekali berarti abnormal, demikian pula kalau rentangan lengan asimetri.

Mendengar

Reaksi mendengar secara sekilas juga bisa dilakukan pada bayi baru lahir. Cara yang paling mudah adalah kita berkata “aaah!”, ke telinganya dengan jarak sekitar 3-4 cm ketika ia sedang menangis. Biasanya ini akan menghentikan tangisannya.

Melihat

Bayi baru lahir dapat melihat dan akan cepat mencari sumber cahaya yang diarahkan kepadanya. Kepalanya mungkin akan ditengokkan ke arah kamar atau jendela. Demikian pula apabila ia didudukkan seraya dipegangi sehingga posisinya setengah duduk dengan sudut 30 derajat menghadap ke arah kita bisa didapatkan adanya fiksasi mata pada jarak sekitar 20 cm.

Skor APGAR

Skor Apgar merupakan metode yang digunakan untuk memeriksa keadaan bayi baru lahir untuk mengidentifikasi apakah dibutuhkan resusitasi dan untuk memperkirakan kondisi kesehatan bayi. Penilaian skor Apgar dilihat dari lima kriteria, yakni Appearance, Pulse, Grimace, Activity, dan Respiration. Penggunaan skor Apgar umumnya dilakukan pada menit ke-1, 5, dan 10. Pada menit ke-1, dilakukan untuk melihat apakah bayi memerlukan bantuan resusitasi, sedangkan pada menit ke-5 dan 10 dilakukan sebagai pemantauan terhadap hasil resusitasi yang telah dilakukan. Berikut adalah penjelasan dari tiap kriteria Apgar:1,2

Skor

0

1

2

Appearance (Warna kulit)

Seluruhnya biru

badan berwarna merah muda, sedangkan ekstremitas berwarna biru

Seluruh tubuh kemerah-merahan

Pulse

(Denyut jantung)

Tidak ada

< 100 kali/menit

> 100 kali/menit

Grimace

(Reaksi terhadap rangsangan)

Tidak ada respon terhadap stimulasi

Sedikit gerakan mimik

Batuk atau bersin

Activity

(Tonus otot)

Lemah atau tidak ada

Ekstremitas dalam fleksi sedikit

Bergerak aktif

Respiration (Pernapasan)

Tidak ada

Lemah dan tidak teratur

Baik dan diikuti dengan menangis keras

Interpretasi hasil Apgar adalah sebagai berikut:

  • Nilai 0-3: bayi dengan asfiksia berat
  • Nilai 4-6: bayi dengan asfiksia ringan-sedang
  • Nilai 7-10: bayi normal

Skor Apgar yang rendah dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain Immaturity, obat analgesic, anomali paru, obstruksi pernapasan, trauma kepala, dll. Skor Apgar tidak dapat memprediksi keadaan saraf bayi. Kombinasi antara penilaian skor Apgar dan pH arteri umbilicus dapat memprediksi kematian bayi.

Status Gizi Bayi Baru Lahir

Penilaian status gizi dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik, data antropometri, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Antropometri merupakan indikator untuk menentukan kecukupan asupan gizi dan pertumbuhan bayi dan balita. Penilaian antropometri umumnya berdasarkan berat badan, panjang badan, tinggi badan, lingkar kepala, dll.2

a. Berat badan

Berat badan bayi ditimbang dengan menggunakan timbangan bayi. Sebelum menimbang, periksa lebih dahulu apakah alat sudah dalam keadaan seimbang (jarum menunjuk angka nol). Bayi ditimbang dalam posisi berbaring telentang tanpa baju.

b. Panjang badan

Panjang badan bayi dapat diukur dengan akurat dengan melekatkan verteks bayi pada kayu yang tetap, sedangkan kayu yang dapat bergerak menyentuh tumit bayi.

c. Lingkar kepala

Lingkaran kepala yang diukur adalah lingkaran kepala terbesar. Caranya adalah dengan meletakkan pita melingkari kepala melalui glabella pada dahi, bagian atas alis mata, dan bagian kepala bayi yang paling menonjol. Pita pengukur diletakkan sedemikan rupa sehingga kencang melingkari kepala.

Selain berat badan, panjang badan, lingkaran kepala, ukuran antropometrik yang umumnya diukur adalah lingkaran lengan atas dan tebal lipatan kulit. Lingkaran lengan atas diukur dengan menggunakan pita. Pita pengukur dilingkarkan pada pertengahan lengan kiri, antara akromion dan olekranon. Pada bayi baru lahir, lingkaran lengan atas umumnya berkisar 11 cm. Pengukur tebal lipatan kulit adalah skinfold calipers. Lipatan kulit yang umumnya diukur adalah daerah triseps, subskapular atau suprailiaka. Pengukuran dilakukan dengan mencubit kulit sampai terpisah dari otot dasarnya kemudian lipatan kulit tersebut diukur dengan kaliper.2

Penurunan Berat Badan Bayi3

Apakah berat badan bayi meningkat? Hampir semua bayi yang baru lahir akan mengalami penurunan berat badan. Hal tersebut disebabkan karena pada berat badan pada fetus berkisar 90% adalah air, sedangkan setelah lahir berat badan hanya sekitar 80% air. Pada saat bayi berusia 2 hari, umumnya berat badan akan menurun sekitar 3-9 % dari berat badan saat lahir. Namun, berat badan bayi diharapkan dapat meningkat minimal 15 - 60 gram per hari. Jika berat badan bayi tetap, maka diharapkan berat badannya akan meningkat setelah satu minggu. Namun, jika berat badan bayi menurun, maka penyebabnya antara lain:

  1. Kurangnya pemberian ASI
  2. Penyakit jantung kongenital
  3. Metabolic Defect
  4. Kurangnya hubungan emosional ibu dan bayi

Rujukan

  1. Mochtar R. Sinopsis Obstetri. Ed. 2. Jakarta: EGC. 1998. Hal 119-121.
  2. Matondang CS, Wahidiyat I, Sastroasmoro S. Diagnosis Fisis Pada Anak. Jakarta: Sagung Seto. 2003.
  3. Emmett GA. Field Guide to Normal Newborn. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. 2004. Hal 166-167.

Sunday, August 28, 2011

Mengenal Timor Tengah Selatan

Hallo semua... Udah lama nih ga ngeblog. Karena sejak tanggal 26 Juni - 31 Juli 2011 saya berada di Timor Tengah Selatan, NTT bersama dengan teman-teman dan pembimbing saya. Ngapain saja sih saya disana? Nah, saya mau berbagi sedikit cerita selama saya berada disana. Silahkan disimak ya ceritanya. heheh.. :)


Timor Tengah Selatan

Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di NTT. Untuk menuju TTS kita harus menempuh perjalanan darat sekitar 4 jam dari kota Kupang, baik menggunakan mobil, maupun motor. Kita akan melewati kawasan pegunungan dengan jalan berkelok-kelok. Wilayah administrasi TTS meliputi 32 kecamatan, diantaranya adalah kecamatan Amanatun Selatan, Nunkulo, dan KiE. Selama saya berada di TTS, saya bertempat tinggal di desa Anin yang merupakan bagian dari kecamatan Amanatun Selatan. Meskipun hanya berada disana kurang lebih 32 hari, saya sangat menikmatinya. Ibukota TTS merupakan kota SoE yang menjadi pusat kota disana.

Tak berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia, kota SoE cukup terbilang maju. Disana merupakan pusat administrasi dari Kabupaten TTS. Banyak dari kita yang berpikir bahwa mayoritas penduduk disana beragama Kristen, namun di kota ini kita akan menemukan banyak penduduk yang beragama Islam dan lainnya. Kita pun dapat menemukan masjid yang terbilang besar dan disanalah orang-orang Islam dapat memperdalam ilmu agama. Saat saya berkunjung ke masjid tersebut, saya dapat melihat anak-anak kecil yang sedang belajar mengaji. Di SoE juga banyak terdapat penginapan sehingga dapat mempermudah pendatang untuk menginap disana.

Gambaran Amanatun Selatan

Amanatun Selatan merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Kecamatan tersebut memiliki 13 desa, antara lain adalah desa Anin, desa Oinlasi, desa, Netutnana, desa Fenun, desa Kokoi, desa Fae, desa Nifuleo, desa Toi, desa Lanu, desa Sunu, desa Kualeu, desa Nunleu, dan desa Fatulana. Amanatun Selatan berada di kawasan pegunungan dan memiliki luas wilayah yang cukup besar. Menurut saya, keadaan disana masih sangat asri dan jauh berbeda dengan perkotaan yang sudah dipenuhi dengan polusi udara. Disana, kita dapat menikmati keindahan alam yang jarang dapat kita jumpai di daerah lain. Jumlah penduduk disana pun masih terbilang sedikit. Disana, kita dapat menikmati indahnya langit yang masih terlihat sangat bersih dan pada malam harinya kita dapat melihat langit yang bertaburan banyak bintang.

Untuk menjangkau dari satu desa ke desa lainnya, kita harus menggunakan motor ataupun mobil. Angkutan umum untuk menjangkau desa yang terjauh pun masih sangat jarang, bahkan terbilang tidak ada. Warga disana sudah terbiasa dengan minimnya transportasi yang ada, sehingga mereka sudah terbiasa berjalan kaki. Jika memungkinkan, baru mereka akan menyewa ojek yang biayanya terbilang mahal bagi mereka. Sayang jalan yang ditempuh masih kurang bagus dan sering terjadi longsor sehingga kita harus berhati-hati. Namun dengan keindahan alamnya, kita akan tidak akan merasakan jauhnya perjalanan dan rusaknya jalan. Jarak dari satu desa ke desa lainnya cukup jauh dan waktu yang dibutuhkan bisa berpuluh-puluh menit lamanya.

Disana, kita dapat melihat rumah-rumah yang masih banyak terbuat dari bambu atau biasa disebut dengan bebak. Rumah yang dijumpai disana memiliki ciri khas, yakni hampir tiap rumah memiliki satu rumah bulat yang menjadi dapur. Selain itu, rumah yang ada disana sebagian besar masih berlantaikan tanah dan beratapkan dengan alang-alang ataupun seng. Kemudian, kamar mandi pun umumnya terdapat diluar rumah. Setiap rumah pun setidaknya memiliki satu anjing penjaga untuk menmastikan keamanan dari tiap rumah. Makanan pokok disana adalah jagung. Namun, anak-anak generasi saat ini mulai mengubah makanan pokok dari jagung menjadi nasi. Menurut cerita orang Timor, waktu untuk panen jagung adalah pada bulan April. Karena jagung hanya dapat panen satu kali setahun, maka mereka mencari cara untuk membuat jagung dapat bertahan hingga lama. Oleh karena itu jika kita berada di dalam rumah bulat, kita dapat melihat banyaknya jagung yang tergantung di langit-langit. Jagung-jagung tergantung tersebut sengaja dipanggang di dalam rumah bulat agar dapat bertahan lama. Itulah cara yang digunakan orang Timor, sehingga biasanya jagung tersebut dapat digunakan untuk persediaan makan dalam waktu satu tahun.

Kebudayaan Orang Timor

Orang Timor yang daerahnya terletak berdekatan dengan Negara Timor Leste dan Australia ternyata memiliki kebudayaan tersendiri. Tak berbeda dengan daerah lain di Indonesia, warga Timor yang lebih tepatnya masyarakat Amanatun Selatan memiliki kebudayaan yang cukup unik dan jarang dapat kita jumpai di kota-kota besar Indonesia. Kebudayaan tersebut antara lain adalah budaya panggang pada Ibu dan bayi sesudah proses persalinan, budaya tenun, budaya tegur-sapa, budaya sirih pinang, dan budaya dansa dalam acara pernikahan. Disini saya akan menguraikan budaya tersebut satu persatu.

1. Budaya panggang pada Ibu dan bayi

Budaya satu ini mungkin cukup asing didengar oleh masayarakat di luar Timor. Saya sendiri cukup terkejut setelah mendengar cerita mengenai kebudayaan satu ini. Bagi orang Timor, seorang Ibu yang telah melewati proses persalinan harus dipanggang beserta sang bayi di dalam sebuah rumah bulat. Menurt cerita, di dalam rumah bulat tersebut, Ibu dan sang bayi berada di atas bara api. Seperti yang diketahui, rumah bulat yang terbuat dari alang-alang tidak memiliki jendela dan hanya berpintu satu saja di bagian muka rumah. Hal tersebut menyebabkan pertukaran udara dan cahaya matahari sangat minim sekali. Selain itu, jika bara api berada di dalam rumah tersebut, maka akan menghasilkan banyaknya asap yang tidak baik untuk dihirup orang yang berada didalam rumah tersebut. Namun anggapan kita terhadap hal tersebut adalah salah. Setelah mendengar cerita dari berbagai masyarakat disana, ternya bara api yang ada di dalam rumah bulat tersebut tidak menghasilkan asap yang dapat mengganggu pernapasan.

Bagaimana menurut anda mengenai kebudayaan satu ini? Dari segi kesehatan, seorang Ibu dan bayi yang baru saya dilahirkan memerlukan sedikit waktu untuk beristirahat. Bayangkan seorang Ibu yang baru saja melewati proses persalinan harus dipanggang di rumah tersebut. Namun, hal tersebut tidak terlalu dihiraukan karena bagi orang Timor budaya panggang adalah suatu adat yang tidak dapat dihiliangkan dari diri mereka. Selain itu, bayi yang baru dilahirkan memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan di dunia yang cukup berbeda dengan kondisi didalam perut Ibu. Karena harus mengikuti budaya ini, sang bayi yang baru belajar mengenal lingkungan harus merasakan kurangnya pertukaran udara di rumah tersebut. Seperti yang kita tahu, kurangnya oksigen yang terhirup sangatlah tidak baik untuk kesehatan.

Berapa lamakah seorang Ibu berada didalam rumah bulat? Menurut cerita yang saya dengar, Ibu dan bayi berada disana selama 40 hari. Pada hari pertama hingga hari keempat pasca melahirkan, Ibu tidak boleh turun dari tempat tidur namun sang bayi boleh turun jika ingin dimandikan saja oleh orang lain selain sang Ibu. Selain itu, ada pula budaya Tatobi yang berarti perut sang Ibu dikompres dengan air panas selama 40 hari berturut-turut. Namun, saat ini sudah dibuat peraturan yang menyatakan bahwa jika masih ditemukan warga yang melakukan budaya panggang maka akan dikenakan denda sebesar tiga ratus lima puluh ribu rupiah.

2. Budaya tenun

Budaya tenun mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, karena banyak daerah di Indonesia yang juga memiliki budaya satu ini. Budaya tenun di Indonesia juga sudah berkembang pesat dan juga sudah menjadi devisa bagi negara ini. Namun, hasil tenun di Timor mungkin berbeda dengan hasil tenun di kota-kota besar Indonesia yang sebagian besar dihasilkan melalui alat yang canggih. Lalu, bagaimana dengan budaya tenun di Timor? Jika kita berkunjung di Amanatun Selatan, kita dapat menjumpai kelompok-kelompok kecil yang menjual hasil tenun mereka. Menurut saya, motif tenun yang dihasilkan orang Timor sangat jarang kita jumpai di Jakarta. Orang Timor memiliki 3 motif utama dalam hasil tenunnya sehingga memberikan ciri khas tersendiri, yaitu lotis dan buna. Selain itu, motif tenun tersebut juga dapat diaplikasikan dalam pembuatan manik-manik, seperti tas, kotak sirih, tas hp, dan dompet.

Umumnya hasil tenun orang Timor, berupa selendang, sarung, dan selimut. Ketiga hasil tenun tersebut memiliki fungsi pemakaian yang berbeda. Selendang biasanya diberikan orang Timor kepada pendatang, misalnya dokter sebagai adat penerimaan orang baru di daerahnya. Selendang dapat digunakan sebagai syal, ataupun untuk menutupi kepala. Kemudian, sarung memiliki ukuran yang cukup besar. Biasanya sarung digunakan bapak-bapak. Lalu, selimut memiliki ukuran yang lebih besar dari sarung. Karena Amanatun Selatan memiliki suhu yang dingin, selimut digunakan sebagian banyak penduduk sebagai selimut yang dilingkarkan di badan saat di luar rumah.

Jika ingin membeli satu hasil tenun, janganlah terkejut dengan harga yang ditawarkan. Umumnya selendang dijual dengan kisaran harga Rp. 20.000 s.d Rp. 100.000, sarung dijual dengan harga Rp. 200.000 s.d Rp. 500.000, dan selimut dijual dengan harga yang hampir sama dengan sarung, bahkan ada yang mencapai harga 1 juta. Semakin mahal harga yang ditawarkan, kualitas benang dan motif kain tenun lebih bagus. Namun, harga-harga yang ditawarkan tersebut mungkin tidak sebanding dengan proses pembuatannya. Proses pembuatan tenun asli Timor memakan waktu yang sangat lama, setidaknya dibutuhkan waktu lebih dari 1 bulan lamanya.

Kain tenun yang dihasilkan memiliki kerapatan benang yang sangat tinggi. Benang yang digunakan untuk tenun dibuat asli dari kapas. Langkah-langkah pembuatan kain tenun adalah sebagai berikut. Pertama, buah kapas diambil dan dibersihkan dari biji. Kemudian, kapas dihaluskan dan mulai dihasilkan benang. Lalu, benang dipintal dan diwarnai dengan pewarna alami. Pewarna alami tersebut dihasilkan oleh tumbuhan, sehingga pembuatan tenun ini jauh dari penggunaan bahan kimia. Selanjutnya, proses penenunan dimulai. Penenunan menggunakan alat yang sederhana dan tidak menggunakan alat seperti di pabrik.

3. Budaya tegur-sapa

Budaya satu ini sangat mengagetkan orang-orang pendatang ke wilayah Timor, Amanatun Selatan. Bagaiman tidak, saat berjalan kaki tiba-tiba ada orang yang mengucapkan “Selamat”. Oleh karena itu, saya menilai orang Timor sangat sopan dan bersahabat dengan orang lain meskipun tidak mereka kenal. Hal ini sangat jarang dijumpai di daerah perkotaan di Indonesia, yang mana pada orang yang sudah dikenal saja masih sulit untuk mengucap salam, apalagi antar orang yang saling tidak mengenal. Bagi kita yang tinggal di kota besar, jika ada orang tak dikenal menyapa kita, kita pasti akan merasa aneh dan menjadi waspada karena takut orang tersebut adalah orang yang berniat jahat. Sangat jauh berbanding terbalik jika kita berada di Amanatun Selatan, semua orang jika berpapasan akan saling senyum dan tegur sapa. Mungkin budaya satu ini patut dicontoh oleh masyarakat yang tinggal di kota besar sehingga tiap-tiap orang dapat akrab tanpa melihat suku, budaya, agama, warna kulit, dan jabatan. Selain senyum dan tegur-sapa, kita juga dapat melihat kebiasaan orang Timor, yaitu salam dengan menempelkan hidung. Mungkin ini juga jarang dijumpai di daerah lain. Namun, bagi saya hal ini adalah ciri khas tersendiri dari orang Timor.

4. Budaya sirih pinang

Mungkin di Jakarta pun kita dapat melihat banyaknya nenek-nenek ataupun kakek-kakek yang sering makan sirih pinang. Namun, masih sangat jarang sekali dapat kita jumpai. Jika kita berada di Amanatun Selatan, kita dapat menjumpai hampir setiap orang, mulai dari kecil hingga tua, senantiasa memakan sirih pinang. Bagi orang Timor sirih pinang digunakan sebagai pengganti merokok ataupun memakan permen. Namun, ada satu yang unik dari budaya sirih pinang, yakni sirih pinang digunakan sebagai penerimaan secara adat. Contohnya, jika berkunjung ke rumah seorang warga yang tidak kita kenal, mereka akan mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan sirih, pinang, kapur, buah sirih ataupun kapur untuk diberikan kepada kita. Arti dari pemberiaan sirih pinang adalah orang yang rumahnya kita kunjungi tersebut menerima kita secara adat. Oleh karena itu, ada baiknya jika saat mengunjungi suatu rumah dan ditawarkan sirih pinang, kita mengambilnya saja meskipun tidak langsung kita makan. Hal tersebut juga sebagai penghormatan kita terhadap orang tersebut.

5. Budaya dansa

Selama berada di Timor, saya baru pertama kali menghadiri acara resepsi suatu pernikahan. Jika diamati dan mendengar cerita dari orang terdekat, di dalam acara pernikahan tersebut ada suatu acara khusus, yakni berdansa. Bagi orang yang berasal dari Jawa mungkin merasa asing dengan budaya satu ini. Namun, bagi orang yang berasal dari Indonesia bagian Timur mungkin sudah mengenal budaya satu ini. Budaya dansa di Timor cukup menarik perhatian. Biasaanya waktu untuk berdansa diadakan saat larut malam. Selain itu, acara resepsi pernikahan yang dimulai sejak malam sekitar pukul 7 malam akan berakhir hingga keesokan pagi harinya. Lalu, jika kita diajak berdansa oleh seorang pria (1) dan kita mau untuk berdansa dengannya, maka selanjutnya bila kita ditawari pria lain (2) untuk berdansa, kita harus berdansa dengan pria lain tersebut. Jika kita menolak berdansa dengan pria 2, maka pria 2 akan berkelahi dengan pria 1. Begitulah budaya dansa di Timor.

Mungkin hanya sebagian kecil kebudayaan orang Timor yang dapat tertuang di dalam tulisan ini. Untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai kebudayaan orang Timor, ada baiknya langsung berkunjung ke Timor. Kita tidak akan menyesal berkunjung kesana, karena selain untuk mempelajari kebudayaannya kita juga dapat menikmati indahnya alam Timor. Selain itu, kita dapat melihat Australia dari puncak gunung tertinggi di Timor yang bernama, Babia. Oleh karena itu, ayo berkunjung kesana. Daripada menghabiskan uang yang cukup besar untuk berlibur ke luar negeri, ada baiknya kita menghabiskan uang yang tidak banyak untuk berlibur di negeri sendiri.